Rabu, 02 Desember 2015

Pemain-Pemain Muda Yang Bersinar Di Piala Jendral Sudirman

1. Dimas Drajad


PS TNI benar-benar telah membuat kejutan besar di Piala Jenderal Sudirman ini dengan mencatatkan tiga kemenangan dari tiga laga atas tim-tim yang dianggap ‘lebih profesional’ daripada mereka.  Menariknya, meski banyak berisi pemain-pemain dari PSMS Medan sehingga banyak pertanyaan diajukan pada mereka, PS TNI sebetulnya diisi oleh banyak pemain muda berusia di bawah 25 tahun dan bahkan di bawah 23 tahun. Hasil-hasil yang mereka dapatkan sejauh ini pun makin terlihat menarik.
Salah satu bakat hebat yang terdapat di PS TNI adalah Dimas Drajad, yang saat ini masih berusia 18 tahun. Besar namanya sebagai salah satu pemain termuda di timnas U-19 era Indra Sjafri, Dimas Drajad sebetulnya sempat hampir membela Gresik United di Piala Presiden lalu, namun akhirnya gagal karena ia harus menjalani tes TNI. Ia pun akhirnya bergabung dengan PSMS Medan sebelum kemudian ‘dipinjam’ oleh PS TNI untuk Piala Jenderal Sudirman ini.
Saat menghadapi Persela Lamongan di pertandingan ketiga mereka, Dimas mencetak hattrick yang membawa timnya menang 4-2. Ini adalah hattrick kedua yang terjadi di Piala Jenderal Sudirman sejauh ini, setelah sebelumnya Syamsul Arif mencatatkannya saat Arema Cronus menang atas Gresik United dua pekan lalu. Mengingat usianya yang masih 18 tahun dan potensinya yang sudah terlihat sejak dua tahun lalu, Dimas adalah salah satu pemain belia yang wajib diperhatikan perkembangannya di masa depan.


2. Putu Gede



Dari sekian banyak alumni timnas U-19 yang menghebohkan itu di Piala Jenderal Sudirman, hanya I Putu Gede Juni Antara yang mampu tampil meyakinkan sejauh ini. Pemain berusia 20 tahun ini bahkan menjadi bintang Surabaya United ketika timnya secara mengejutkan mengalahkan Persib Bandung 1-0, dengan tampil impresif di posisinya sebagai bek kanan – baik dalam kapasitasnya untuk bertahan maupun menyerang.

Menurut catatan , dalam laga melawan Persib tersebut, Putu Gede mencatatkan 2 tekel, 5 intercept, dan 10 sapuan. Ia juga rajin melakukan serangan, dan beberapa kali melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Sebuah catatan yang bagus untuk seorang bek kanan, bukan?



3. Irsyad Maulana


Nama Irsyad Maulana sejatinya sudah mencuat sejak tahun 2013 lalu, ketika ia mampu tampil impresif bersama Arema Cronus. Namun publik sepak bola Indonesia seperti diingatkan kembali dengan bakat besar pemain didikan Semen Padang junior ini ketika ia mampu mencetak sebuah gol spektakuler dari jarak jauh ke gawang Persipura Jayapura di Piala Jenderal Sudirman.
Gol tersebut seperti sebuah penanda kembalinya sang putra daerah ke Semen Padang setelah merantau ke berbagai klub sejak tahun 2011 lalu – meski sebetulnya Irsyad sudah kembali ke Padang sejak awal tahun 2015 ini. Ia sempat dipinjamkan ke Persija Jakarta karena Semen Padang tak mengikuti gelaran Piala Presiden pada September-Oktober lalu, dan sebelumnya hanya bisa bermain dalam sedikit pertandingan karena terhentinya kompetisi reguler ISL 2015. Di usianya yang masih 22 tahun, Semen Padang memiliki bakat muda yang mungkin bisa menjadi bintang lini tengah Indonesia di masa depan.
4. Pandi Lestaluhu


Pandi Lestaluhu memang baru mendapatkan sedikit menit bermain bersama Persija Jakarta di Piala Jenderal Sudirman. Ia hanya bermain sekitar setengah jam di babak pertama dalam laga perdana Persija melawan PBR, sebelum digantikan oleh M. Ilham. Tetapi dalam setengah jam itu, Pandi sukses menunjukkan skill-nya yang patut diacungi jempol, dan membuat tim FourFourTwo berharap sang pemain bisa mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari pelatih Bambang Nurdiansyah di laga-laga berikutnya agar kemampuan aslinya bisa terlihat lebih jelas.
Bakat Pandi ‘ditemukan’ oleh Imran Nahumarury, eks gelandang Persija, yang menilai sang pemain seperti “anak ajaib” karena mampu melakukan juggling bola sebanyak 500 kali tanpa membuat bola menyentuh tanah. Ia sempat bermain di Cilegon United dan bahkan dipanggil ke timnas U-19 asuhan Fakhri Husaini, namun sayangnya belum sempat mencicipi turnamen internasional karena Indonesia keburu mendapatkan sanksi FIFA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar